Powered By

Skin Design:
Who Design this BLOG ?

Powered by Aceh Blogger

Minggu, 22 Februari 2009

Laptop Murah, cuma Rp 100 ribu

Komputer murah..???

inilah yang bakal diluncurkan oleh negara India dengan harga yang tidak tanggung - tanggung dan tak akan membuat uang habis seharga USD10 atau sekitar Rp 100 ribu. Sejumlah ahli dari Institutes of Technology di Bangalore dan Madras menyatakan komputer tersebut sedang dikembangkan dengan kapasitas memori dan power yang rendah, namun memiliki koneksi internet.

Komputer tersebut didesain berbentuk jinjing (laptop) dan akan diberi nama,'Sakshat'. Laptop itu akan membawa sebuah revolusi dalam industri komputer di India, maupun di dunia.

Laptop itu menggunakan power 2 watt dan memiliki memori sekira 2 GB. Sakshat didesain untuk membantu meningkatkan kemampuan komputer jutaan anak di India sehingga dapat bersaing dengan negara-negara lain.

"Sekali lagi uji coba selesai, komputer akan tersedia di pasaran, harganya hanya USD10. Jika orangtua ingin memberikan sesuatu kepada anaknya, mereka dapat dengan mudah membelinya.

Sebelumnya pemerintah India telah menyediakan dana sekira 46 miliar rupee atau sekira USD939 juta untuk mengembangkan laptop dengan power rendah terutama bagi masyarakat di wilayah pinggiran.

Game, Setara dengan Alkohol dan Narkoba..???

Salah satu profesor dari Amerika, melakukan penelitian terhadap dampak game kepada para remaja.

Hasil dari penelitiannya, ditemukan ternyata game dapat memiliki dampak negatif, dan ternyata setara dengan narkoba dan alkohol, yaitu membuat remaja kesulitan bergaul dan memiliki kepercayaan diri yang rendah.

"Namun, ini tidak berarti bahwa setiap remaja yang bermain game memiliki kepercayaan diri rendah. Ini adalah penelitian awal yang masih harus ditindaklanjuti dengan para penelitian berikutnya," ujar prof.

Dalam penelitian itu, ditemukan remaja putri dan putra memiliki kecenderungan bertolak belakang dalam bermain game dan mengakses internet. Sebagai contoh, remaja putra cenderung bermain game tiga kali lebih sering daripada remaja putri.

Di samping itu, remaja putra juga cenderung bermain game brutal delapan kali lebih sering daripada remaja putri. Dalam akses internet, remaja putra lebih sering memanfaatkan internet untuk mengakses hiburan.

Sementara remaja putri lebih suka memanfaatkan internet untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah dan berkomunikasi. Prof tersebut pun mengakui, dampak game terhadap manusia hingga saat ini masih simpang siur. Sebab, tidak sedikit pula penelitian yang mengungkap bahwa game bermanfaat bagi manusia.

Sebagai contoh adalah penelitian tim psikolog Iowa State University, AS. Mereka menemukan, game ternyata mampu membantu para dokter bedah meningkatkan keterampilan tangan. Dokter bedah yang sering bermain game ternyata melakukan lebih sedikit kesalahan saat melakukan operasi daripada dokter bedah yang lebih jarang bermain game.

Survei Pew Internet & American Life Project juga mengungkap, game ternyata tidak selalu membawa dampak negatif kepada anak. Sebab, Pew mengungkap, sekitar dua pertiga anak yang bermain game ternyata memiliki skill sosial lebih baik daripada teman-teman mereka.

Pew menjelaskan, pemain game yang memiliki skill sosial lebih baik itu adalah anak-anak yang terbiasa bermain game dengan ditemani orangtua atau keluarga. Ketika bermain, anak-anak itu berinteraksi dengan orang lain sehingga anak itu tidak canggung bersosialisasi di lingkungan masyarakat.

Sabtu, 14 Februari 2009

Manusia - Manusia Tak Ber Usmu

Di sekolah itu pun sudah hilir mudik layaknya orang yang masuk dan keluar ke bangunan itu. Sudah banyak yang datang, sampai letih tuk melihat jumlahnya.

Memang, bagi mereka yang akan pergi meninggalkan bangunan itu patut diperhitungkan, mengingat akan leluasanya masuk ke sekolah yang tak pakai seragam itu, tanpa perlu ada seleksi - seleksi yang membuat jenuh. Tapi tidak segampang itu, masih diperlukan perjuangan untuk mendapatkan itu, bersaing secara sehat dengan mereka, yang sama niatnya dengan orang itu.

Duel pun sepertinya tak bisa dihindarkan, memang tidak, selama ini pun tidak, dan seterusnya. Emosi tak bisa ditahan lagi, kalenjar air mata pun mulai menjalankan tugasnya, sedih, pasrah, benci, semua bersatu menjadi emosi itu. Pejuang telah gugur lagi hari ini satu orang, kalah di tengah medan juang. Berbangga hati lah bagi mereka, yang selamat, aman, tidak dibunuh oleh pejuang lain, itu memang sudah hak dia untuk mendapatkannya.

Berbeda dengan aku, dia, dan beberapa lainnya. Bukan sombong, bukan takut, bukan tidak mau, bukan kalah di tengah perjuangan, tapi memang itulah kami. Sekumpulan anak - anak manusia yang nekad untuk menghadapi tantangan, walaupun hidup di sana pas - pasan, kurang sedikit, lebih tak banyak. Berprinsip "hidup tanpa tantangan bagaikan hidup tanpa agama", prinsip konyol bagi pemuda" itu.

Entah mengapa, bagaimana, tetapi itulah kenyataan kami. Hanya memandang dari balik jeruji jendela ketika menatap mereka, yang berhasil menang dalam peperangan, berjalan dengan hati berbangga dan itulah mereka, tapi bukan kami. Hanya berusaha, berdoa, untuk mencoba nasib di kemudian hari, untuk masa depan yang belum tahu akan kepastiannya, masih jauh di sana, tersembunyi, dan hanya Dia lah yang tahu, dan Aku, Umam, Ogex, Ajier, Ismul, Amri, Acha, Husnul, Khalid, Adoel, dan mereka semua yang sama halnya dengan kami, "Manusia - Manusia Tak Ber - Usmu".

Minggu, 01 Februari 2009

Siapkan Senjata dan Taklukkan UN 2009

Ketika kita berkeinginan kuat untuk berbuat yang terbaik dalam sesuatu hal, pasti karena kita mempunyai suatu alasan. Hal itu sama hal nya dengan kita apabila mempunyai keinginan yang kuat untuk meraih sukses dalam Ujian Nasional (UN) 2009 nanti, pasti ada alasan yang melandasinya. Alasan itulah yang kita sebut sebagai motivasi

Motivasi biasanya datang dari luar, ataupun dari dalam. Motivasi yang berasal dari luar misalnya ingin membuat orang tua kita bangga akan prestasi kita, Motivasi dari dalam misalnya kita ingin membuktikan bahwa kita bukan orang yang biasa - biasa saja dan bisa dengan gampang diremehkan, Atau motivasi itu datang dari keinginan kita untuk dapat melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, dan masih banyak motivasi - motivasi kita yang membuat kita untuk sukses.

Apa pun motivasi yang kita punya, janganlah sampai hilang di tengah jalan. Karena motivasi itu adalah modal yang luar biasa bagi diri kita. Motivasi dapat meningkatkan kekuatan dalam diri kita untuk mewujudkan segala hal yang kita idam - idamkan selama ini. Dengan memegang teguh akan motivasi kita, InssyaAllah kita akan terus berusaha untuk mendapatkan yang hendak kita raih.

Untuk meraih hasil UN terbaik, selain dibutuhkan motivasi juga harus didukung oleh suatu perjuangan. Perjuangan itu harus kita mulai jauh - jauh hari sebelum UN tiba. Kita anggap saja Ujian Nasional itu sebagai medan perang, dimana di dalam medan perang tersebut kita harus berjuang melawan puluhan soal dari berbagai bidang studi yang diujikan. Untuk itu kita harus melengkapi diri dengan senjata. Jadi sudah saatnya kita harus mempersiapkan senjata yang akan kita gunakan pada saat UN 2009 nanti.

Senjata kita itu adalah usaha yang kita lakukan dengan mengkaji ulang segala sesuatu nya dalam hal bidang studi masing - masing, dengan membahas soal - soal latihan yang nantinya sangat berguna bagi diri kita dalam menghadapi UN kelak, dan juga tidak cukup dengan usaha saja, tetapi juga perlu ditambah dengan doa. Usaha + Doa = Sukses.