Powered By

Skin Design:
Who Design this BLOG ?

Powered by Aceh Blogger

Selasa, 10 November 2009

Penembak Nasruddin Mengaku

Daniel Daen, pelaku penembakan Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain, akhirnya mengakui bahwa dirinya adalah orang yang menembaknya dalam kasus pembunuhan tersebut.

Pada sidang sebelumnya, Daniel tidak mau memberikan keterangan dengan alasan sakit. Padahal Daniel takut memberikan keterangan karena diancam dibunuh.

Dalam pengakuannya di hadapan majelis hakim, Daniel saat itu membonceng motor dengan Heri Santosa di kawasan Modern Land, Tangerang.

Daniel membawa senjata, yang diakui diberi dari terdakwa Fransiskus Tiga hari sebelumnya.

Keduanya diminta oleh Hendrikus, untuk mengikuti mobil Nasrudin dan diminti melakukan teror.

Dia kemudian melutuskan dua butir peluru ke pintu belakang samping kiri mobil Nasrudin. Saat itu dirinya mengaku tidak melihat ada orang di dalamnya.

Daniel kemudian kembali ke kosnya di Palbatu, dan bertemu dengan Hendrikus di Casablanca, Jakarta Selatan.

Keduanya kemudian menuju kawasan Pondok Labu dan memberikan uang kepada Daniel Rp 10 juta.

"Sebelumnya Hendrikus bicarakan ke saya kalau (Nasrudin) bahaya dan akan mengacaukan pemilu. Kalau tidak ada kata itu saya tidak mau,"

Daniel kemudian menuju Stasiun Gambir dan naik kereta jurusan Surabaya. Minggu sore, dia menuju Flores menumpang kapal laut.

Setelah berada di Flores selama satu bulan, Daniel kemudian menuju Jakarta dengan kapal laut dan turun di Pelabuhan Tanjung Priok.

Saat turun dari kapal, Daniel langsung diamankan petugas di Tanjung Priok.

Menurut pengakuannya, saat berada di mobil milik petugas, dirinya dalam mobil dirinya dipukuli. Dirinya kemudian dibawa ke hotel langsung dipukuli dan diborgol.

"Kaki di atas kepala di bawah. dari malam hingga pagi. Setelah itu baru saya di BAP," ujarnya.

Sebanyak lima eksekutor menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan ini. Mereka adalah Daniel Daen, Eduardus alias Edo, Fransiskus, Hendrikus dan Heri Santosa.

Daniel mendapat tugas sebagai penembak Nasrudin, Edo berperan sebagai pemberi order, Hendrikus sebagai penerima order, Fransiskus sebagai pemantau keadaan saat penembakan serta observasi kegiatan korban, dan Heri sebagai pengendara sepeda motor yang ditumpangi penembak.

Selama ini para terdakwa mengaku mendapat perintah untuk menghabisi nyawa Nasrudin dengan alasan menjalankan tugas negara. Mereka diminta menembak Nasrudin yang dianggap sebagai musuh negara.




Pengguna Facebook di Indonesia

Pengguna situs jejaring sosial Facebook telah mencapai 325 juta user dari seluruh dunia. Angka tersebut merupakan raihan sampai akhir pekan lalu.

Dari 325 juta pengguna tersebut, seperti VIVAnews kutip dari CheckFacebook, 9 November 2009, dari data terakhir yang mereka kumpulkan, pengguna Facebook di Indonesia semakin mendekati angka 12 juta. Tepatnya 11.759.980 user.

Angka tersebut menempatkan Indonesia di posisi ke 7 sebagai negara pengguna Facebook terbesar di dunia. Dan dari 11 juta pengguna lebih tersebut, 47,04 persen di antaranya merupakan pengguna aktif.

Adapun urutan negara dengan pengguna terbanyak adalah Amerika Serikat, Inggris, Turki, Perancis, Kanada, Italia, Indonesia, Spanyol, Australia, dan Filipina.

Yang menarik, selisih jumlah pengguna Facebook di Indonesia dengan pengguna dari negara maju seperti Italia, Kanada, Perancis, hanya sekitar 1,6 juta pengguna saja. Bahkan pengguna Facebook asal Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan Spanyol dan Australia.

Dalam seminggu terakhir, pengguna Facebook asal Indonesia tumbuh pesat, menempati peringkat 9 dari 10 negara dengan pertumbuhan pengguna tercepat. Dalam kurun waktu tersebut, terdapat 752.640 pengguna Facebook baru. Meski hanya tumbuh 6,84 persen, tetapi pertambahan penggunanya paling besar dibanding negara lainnya.

Adapun urutan negara dengan pertumbuhan pengguna Facebook terbesar adalah Polandia (12,46%), Thailand (10,96%), Portugal (9,81%), Afrika Selatan (9,25%), Taiwan (7,82%), Romania (7,65%), Jerman (7,54%), Malaysia (7,43%), Indonesia (6,84%), dan Irak (6,72%).




Minggu, 08 November 2009

Empire Total War

Kapan lagi Anda dapat melihat ratusan tentara berperang dengan berbaris rapi di hadapan musuhnya selain dalam game ini. David Novan

Pertempuran besar yang melibatkan ratusan tentara merupakan salah satu ciri khas yang dimiliki seri game Total War. Pada Empire Total War, Anda akan memainkan perang besar yang terjadi pada masa perang kemerdekaan Amerika Serikat. Mulai dari perang mempertahankan koloni dari serangan bangsa Indian hingga perang melawan negara yang tidak merestui terciptanya Amerika, seperti Inggris, akan Anda temui dalam game ini. Selain itu, Anda juga diminta untuk mengatur daerah yang Anda kuasai bagai memainkan game simulasi kebudayaan Civilization.

Perang massal yang terjadi dalam game ini melibatkan ratusan tentara.

Image

Ukuran tentara yang besar jumlahnya merupakan feature yang paling dikenal dalam seri game Total War. Pada Empire Total War, Anda kembali menemukan feature ini. Medan pertempuran berukuran besar dengan halangan alam yang dapat membantu atau merugikan pasukan Anda akan sering ditemui dalam game ini. Unit yang Anda gunakan dapat berlindung di belakang halangan alam, seperti barisan batu dan pohon yang tumbang. Namun, musuh Anda juga dapat menggunakan halangan tersebut untuk berlindung dari serangan senjata api pasukan Anda.

Peta yang interaktif berguna untuk mengatur dan membangun daerah kekuasaan Anda.

Image

Jenis unit yang dapat Anda gunakan dalam game ini cukup beragam. Pasukan infantri merupakan unit yang paling beragam jenisnya dan berfungsi sebagai garis pertahanan utama dalam menghadapi pasukan musuh. Pasukan berkuda (kavaleri) merupakan unit gerak cepat yang dapat Anda gunakan untuk menyerang garis belakang musuh yang biasanya terdiri dari unit artileri dan menghabisi musuh yang melarikan diri. Unit artileri bisa dikatakan sebagai bagian dari pasukan Anda yang paling kuat serangannya tetapi paling lemah pertahanannya. Oleh karena itu, unit ini harus Anda lindungi dan diletakkan di garis belakang.