
Rabu, 31 Desember 2008
Sabtu, 27 Desember 2008
Jumat, 26 Desember 2008
Masjid Raya Gelar Doa Bersama
Diposting oleh
[HO IL TRA]
Tadi malam, tepatnya malam 26 Desember 2008, di adakannya doa bersama yang dilaksanakan di Masjid kebanggaan orang Aceh, yaitu Masjid Raya Baiturahman. Tak hanya ratusan, bahkan ribuan warga Banda Aceh dan sekitarnya, larut dalam dzikir dan doa yang dipimpin langsung oleh Ustad Muhammad Arifin Ilham. Dalam pidatonya sebelum melaksanakan dzikir dan doa bersama, Ustad Arifin Ilham mengatakan bahwa Bencana Gempa dan Tsunami yang terjadi di Naggroe Aceh Darussalam adalah rahmat. Pertama dikatakan "mereka yang telah mendahului kita merupakan para syuhada", Kedua dikatakan "mereka menyebut nama Allah menjelang akhir hayat," dan yang terakhir Ustad Arifin mengatakan "mereka yang telah meninggal, mendapatkan doa dari manusia yang ada di seluruh dunia".
Peristiwa Tsunami empat tahun yang lalu bisa juga dikatakan sebagai peringatan bagi kita umat manusia agar kita sadar bahwa Allah itu maha besar dan maha segalanya, sehingga membuat kita sadar kembali akan kesalahan - kesalahan yang pernah kita perbuat, kata ustad Arifin Ilham.
Pada saat acara puncak yaitu doa bersama, tampak ribuan warga Banda Aceh yang turut hadir larut dalam lantunan doa yang dibacakan oleh Ustad Arifin Ilham yang sangat menyentuh hati bagi siapa yang mendengar nya, sehingga membuat sebagian orang tidak dapat menahan air mata yang jatuh, membasahi pipi, larut dalam isak tangis.
Peristiwa Tsunami empat tahun yang lalu bisa juga dikatakan sebagai peringatan bagi kita umat manusia agar kita sadar bahwa Allah itu maha besar dan maha segalanya, sehingga membuat kita sadar kembali akan kesalahan - kesalahan yang pernah kita perbuat, kata ustad Arifin Ilham.
Pada saat acara puncak yaitu doa bersama, tampak ribuan warga Banda Aceh yang turut hadir larut dalam lantunan doa yang dibacakan oleh Ustad Arifin Ilham yang sangat menyentuh hati bagi siapa yang mendengar nya, sehingga membuat sebagian orang tidak dapat menahan air mata yang jatuh, membasahi pipi, larut dalam isak tangis.
Langganan:
Postingan (Atom)


